BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Perekonomian yang terjadi pada awal
peradaban manusia. Dengan karakteristik tersebut orang melakukan kegiatan
ekonomi dalam hal ini produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau
kelompok saja. Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berpikir
untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lain apalagi demi keuntungan. Semakin berkembangnya jumlah manusia beserta
kebutuhannya, semakin dirasakkan perlunya sistem perekonomian yang lebih
teratur dan terencana. Sistem, barter pada jaman dahulu tidak dapat lagi
dipertahankan, kerena banyak hambatan yang dihadapi.
Sebagai mahluk sosial manusia
setiap hari tidak akan lepas dari kegiatan ekonomi, sebisa mungkin memenuhi
kebutuhanya guna kelangsungan hidup. Dewasa
kini penduduk semakin banyak, perkembangan ekonomi yang semakin pesat, mulai dari individu , perusahaan
maupun masyarakat. Kebutuhan yang tak terbatas akan tetapi alat pemuas
kebutuhan baik berupa barang atau jasa yang terbatas. Hal ini membuat individu,
perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhan selalu menghadapi
persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan
yang tak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan baik berupa barang atau jasa
yang terbatas hal ini menimbulkan tidak adanya keseimbangan, sehingga
menimbulkan masalah-masalah ekonomi
2. Rumusan masalah
a) apa sajakah masala-masalah ekonomi ?
b) apa sajakah pengertian dan sistem
ekonomi ?
c) dan bagaimana keterkaitan antara masalah
ekonomi dan sistam ekonomi ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Masalah-Masalah Ekonomi
Pokok ekonomi dibagi menjadi dua yaitu, masalah
ekonomi klasik dan masalah ekonomi modern :
a.
Menurut Teori Klasik, yang dipelopori oleh Adam Smith terdiri dari :
1.Produksi adalah segala tindakan yang
ditujukan untuk meningkatkan nilai guna / manfaat dari suatu barang. ,
masalah produksi berkaitan erat dengan produk (barang dan jasa) apa yang akan
diproduksi, untuk siapa barang tersebut diproduksi, menggunakan berapa tenaga
kerja. Dalam kegiatan produksi, tidak terlepas dari cara penggunaan bahan
mentah, peralatan (modal), tenaga kerja, dan teknologi yang menentukan
kapasitas produksi atau kemampuan memproduksi barang dan jasa. Karena sifat manusia yang tidak pernah
mengalami tingkat kepuasan yang hakiki, maka berapapun yang diproduksi selalu
tidak pernah mencukupi kebutuhan manusia; sehingga selama itu pula produksi
menjadi masalah pokok ekonomi.[1]
2.Distribusi adalah segala kegiatan yang
ditujukan untuk menyampaikan atau menyalurkan barang hasil produksi dari
produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir/pemakai. Yang
termasuk kegiatan distribusi diantaranya : Pengemasan, pensortiran/pemilahan,
pengepakan, penyimpanan/pergudangan, pengangkutan, dll
Distribusi dapat dibedakan menjadi 2 cara
:
· Distribusi
langsung, dimana barang hasil produksi langsung disalurkan ke konsumen
akhir/pemakai.
·
Distribusi tidak langsung, dimana dalam
penyalurannya melalui beberapa perantara, seperti : agen, grosir, eksportir,
importir, komisioner, makelar, pedagang eceran, dll. Semakin panjang mata rantai
penyaluran sangat dimungkinkan harga yang ditanggung konsumen akhir lebih
mahal.
3.Konsumsi adalah segala tindakan yang
tujuannya menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang. Setiap kebutuhan manusia atau
masyarakat didesak oleh kebutuhan-kebutuhan atau keinginannya dalam menentukan
jenis barang-barang dan jasa yang hendak digunakan atau dikonsumsi
Kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh 2
faktor :
1.
Faktor Internal, seperti : pendapatan, selera karakter, kepribadian, motivasi.
2. Faktor Eksternal, seperti : kebudayaan, peradaban,
lingkungan, status sosial, kebijakan pemerintah, dll.[2]
b. Menurut Teori Modern, menurut
Paul A Samuelson, seorang pakar ekonomi, membedakan masalah pokok yang dihadapi
oleh perekonomian, yaitu :
1. Apa yang akan diproduksi (What)
Karena keterbatasan sumber daya faktor produksi, maka harus hal yang tidak
mungkin akan memproduksi sebanyak-banyaknya, maka harus dilakukan pemilihan barang
apa yang harus diproduksi serta berapa jumlahnya. Karena sumber daya terbatas sementara kebutuhan tidak terbatas, maka
tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dapat diproduksi. Suatu
masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan
diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa
yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat
diproduksi. Ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada
(sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa.[3]
2. Bagaimana proses produksinya (How). Hal
ini sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya faktor produksi dari setiap
wilayah/negara. Bagi negara maju akan menggunakan faktor produksi padat modal
dengan teknologi majunya, sementara bagi negara yang berkembang akan menerapkan
teknologi menengah tanpa mengesampingkan pendayagunaan sumber daya manusia yang
ada sehingga tidak terjadi pengangguran yang tinggi.
3. Untuk siapa hasil produksi ditujukan (for
Whom). Untuk masalah yang satu ini, pertimbangan
ditujukan bagaimana caranya agar hasil produksi dapat memenuhi kebutuhan utama
masyarakat serta dengan tingkat harga yang terjangkau oleh masyarakat yang
menjadi pangsa pasarnya.
B. Pengertian Sistem Ekonomi
Dan Macam-Macam Sistem Ekonomi
a.
Pengertian sitem ekonomi
Sistem
ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh negara untuk mengalokasikan sumber
dayanya untuk kedua individu dan organisasi di negeri ini.
Berikut Adalah Pengertian Sistem Ekonomi Menurut
Para Ahli :
1. Menurut Dumairy (1966)
Sistem
ekonomi adalah sistem yang mengatur dan hubungan ekonomi antara manusia dan
pembentukan kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, maka dikatakan juga bahwa
sistem ekonomi tidak harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pandangan
mereka, pola dan filsafat hidup di mana dia beristirahat.[4]
2. Menurut Gilarso (1992 : 486)
Sistem
ekonomi adalah cara untuk mengkoordinasikan perilaku keseluruhan masyarakat
(konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagaiannya) dalam kegiatan
menjaankan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan
sebagaiannya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis , dan
kekacauan dapat dihindari.
3.
Menurut Mc. Eachren
Sistem
ekonomi dapat didefinisikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk
menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa yang
dihasilkan. Perbedaan mendasar antara sistem ekonomi dengan sistem ekonomi
lainnya adalah bagaimana sistem didirikan faktor-faktor produksi. Dalam
beberapa sistem, seorang individu mungkin tidak memiliki semua faktor produksi.
Sementara di sistem lain, semua faktor ini ditahan oleh pemerintah. Sebagian
besar sistem ekonomi di dunia berada di antara dua ekstrem dari sistem.
4. Menurut Chester A Bemand
Sistem
ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di
dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian itu memiliki ciri dan batas
tersendir.
5.
Menurut Dumatry (1996)
Sistem
ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar
manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.
6. Menurut Gregory Grossman dan M. Manu
Sistem
ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari
atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan
saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu
yang saling menopang dan mempengaruhi.
7. Menurut M. Hatta
Sistem
ekonomi yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus berdasarkan atas asas
kekeluargaan.[5]
b.
Macam-macam
sistem ekonomi
Terdapat berbagai macam sistem ekonomi yang dianut di
berbagai negara di dunia ini antara lain sebagai berikut...
1.
Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem
ekonomi tradisional ialah suatu sistem ekonomi dalam organisasi kehidupan
ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang
mengandalkan faktor produksi apa adanya.
a. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
- Belum terdapat pembagian kerja yang jelas.
- Bergantung pada sektor pertanian/agraris.
- Memiliki ikatan tradisi sifatnya kekeluargaan, sehingga bersifat kurang dinamis.
- Teknologi produksi sederhana.
b. Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
- Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
c. Keburukan sistem ekonomi tradisional
- Masyarakat dengan pola pikir statis
- Hasil produksi yang terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.
2.
Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)
Sistem
ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memiliki kekuasaan
yang dominan pada pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui
pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota
masyarakat. Sebuah sistem yang menyediakan kebebasan yang cukup untuk semua
orang untuk melakukan kegiatan ekonomi tetapi dengan intervensi pemerintah.
Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan
masyarakat sebagai tujuan utama yaitu listrik, air, telekomunikasi, energi,
industri berat dan sumber pertanian.
Dengan itu, royal control / keadaan
pasar dan menjadi peserta utama di pasar menetapkan harga upah. Negara-negara
yang mempraktekkan sistem ini adalah negara-negara Eropa Timur, Myanmar, Laos,
dan beberapa negara di Afrika, Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas
negara Uni Soviet).
a. Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
- Seluruh kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah baik dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta penepatan harga
- Tidak ada kebebabasan dalam berusaha karena hak milik perorangan atau swasta tidak diakui
- Seluruh alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
b. Kebaikan sistem ekonomi terpusat
- Pemerintah dapat melakukan pengawasan dan pengendalian dengan mudah
- Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan perekonomian.
- Kemakmuran masyarakat merata.
- Terdapat perencanaan pembangunan yang lebih cepat direalisasikan.
c. Keburukan sistem ekonomi terpusat
- Terdapat penindasan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
- Terdapat pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
- Masyarakat tidak dijamin dalam memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
- Pemerintah bersifat paternalistis, artinya aturan ditetapkan oleh pemerintah seluruhnya benar dan harus dipatuhi
3.
Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem
ekonomi liberal ialah sistem ekonomi berdasarkan kebebasan seluas-luasnya bagi
seluruh masyarakat dalam kegiatan perekonomian tanpa adanya campur tangan
daripada pemerintah. Suatu kondisi dalam mana pemerintah benar-benar lepas
tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut
laissez-faire[6].
Negara-negara penganut sistem ekonomi liberal antara lain: Amerika Serikat,
Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia {yang|dengan}
pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
a. Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
- Swasta/masyarakat diberikan banyak kebebasan dalam melakukan kegiatan perekonomian
- Memiliki kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
- Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi atas semangat untuk mencari keuntungan sendiri.
b. Kebaikan sistem ekonomi liberal
- Terdapat persaingan yang mendorong kemajuan usaha.
- Campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian ekonomi kecil sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
- Produksi berdasar pada permintaan pasar ataupun kebutuhan masyarakat.
- Pengakuan hak milik oleh negara, memberikan mansyarakat semangat dalam berusaha.
c. Keburukan sistem ekonomi liberal
- Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan bagi pihak lemah.
- Dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
- Timbulnya praktik yang tidak jujur yang dengan berlandas mengejar keuntungan sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum biasa tidak diperhatikan atau dikesampingkan.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem
ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi yang di satu sisi pemerintah
memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha melakukan kegiatan
ekonomi, akan tetapi disisi lain pemerintah memiliki campur tangan dalam
perekonomian dengan tujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan
masyarakat pada sumber daya ekonomi.
a. Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
- Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hiduporang banyak yang dikuasai oleh negara.
- Terdapat campur tangan pemerintah terhadap mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi
- Mekanisme kegiatan perekonomian teradalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
- Hak milik perorangan diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentinga umum.
b. Kebaikan sistem ekonomi campuran
- Sektor ekonomi dikuasai oleh pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
- Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
- Harga lebih mudah untuk dikendalikan.
c. Keburukan sistem ekonomi campuran
- Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
- Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannya
5. Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem
ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang didasari dari jiwa ideologi
Pancasila yang dalamnya terdapat makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi
berdasarkan usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan kegotong royongan dari,
ole, dan untuk rakyat dalam bimbingan dan pengawasan pemerintah.
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pancasila
- Ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal
33, dan GBHN Bab III B No. 14. Berikut ini ciri-ciri pokok sistem ekonomi
Pancasila.
Pasal Perkara 33 Setelah Amandemen 2002
Pasal Perkara 33 Setelah Amandemen 2002
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
- Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
- Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
- Perekonomian nasional diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi secara prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
- Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal diatur dalam undang-undang.
GBHN Bab III B No. 14
- Pembangunan ekonomi didasarkan kepada demokrasi ekonomi menentukan masyarakat memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat untuk perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan {yang|dengan} nyata.
7. Sistem Ekonomi Komunis
Sistem
ini tidak fokus pada kepemilikan properti pribadi dan sisi langsung ke basis
pasar bebas. Semua transfer dan sumber daya penagihan semua diatur oleh
kerajaan / negara. Orang-orang dan kontrol langsung dibenarkan pribadi sumber
daya negara.
Alih-alih sumber daya negara
untuk orang-orang yang dibebankan oleh kehendak kerajaan / negara. Sistem ini
telah diadopsi oleh Uni Soviet, Republik Rakyat Cina, Kuba dan beberapa negara
Afrika. Sistem ini juga telah runtuh di beberapa buah negara asta akan memiliki
orang.
8. Sistem
Ekonomi Islam
Kegiatan
ekonomi Islam adalah kewajiban penting dalam Islam. Tuntutan ekonomi dalam
Islam sangat penting sebagai cara hidup yang Muslim mengintegrasikan
kecenderungan ini bahan manusia dan spiritual.
Prinsip-prinsip ekonomi Islam
yang terkandung dalam Al-Quran dan sunah Nabi Alih-alih sumber-sumber ini,
ulamak-ulamak dan ahli di bidang ekonomi Islam mengupas beberapa prinsip sistem
ekonomi Islam.
Prinsip – prinsip-prinsip utama
yang dirumuskan dalam ekonomi Islam
- Konsep pemilik dan Khilafah
- Integrasi Antara Nilai Moral Dan Kegiatan Ekonomi
- Sikap positif terhadap Aktivitas Dan Pembangunan Ekonomi
- Tagihan awalnya kekayaan.
- Distribusi laba rugi.
Semua
sistem-sistem ekonomi diatas sebagai jawaban atau penyelesai masalah ekonomi
yaitu apa barang dan jasa yang harus di produksi?, bagaimana barang dan jasa produksi?, dan untuk siapa barang dan jasa
tersebut di produksi?. Semua masalah tersebut terjawab dalam sistem-sisem ekonomi. Setiap masyarakatmenyelesaikan tiga
masalah pokok dengan cara yang berbeda. Hal itu tergantung sistem ekonomi yang
digunakan perekonomian tersebut. Dalam analisa ekonomi sistem ekonomi dibedakan
dalam tiga bentuk: (i)perekonomian pasar bebas, faktor-faktor produksi yang di
miliki pihak swasta dan mereka mempunyai kebebasan untuk menggunakanya,
mekanisme pasar akan petunjuk dalam usaha masyarakat untuk menyelesaikan
msalah-masalah ekonomi. (ii) Sistem perencanaan pusat, melalui kepemilikanya
ini pemerintah akan menentukan penggunanaan faktor-faktor produksi yang
tersedia dan alokasinya ke berbagai unit produksi. (iii) Sistem ekonomi
campuran, analisa mengenai cara-cara produksi yang terbaik untuk menyedikan
barang dan jaa yang dibutuhkan, sektor rumah tangga akan memberikan petunjuk
kepada mereka tentang jenis-jenis serta jumlah faktor produksi yang akan
digunakan dalam proses produksi. Interaksi diantara sektor perusahaan dan
sektor rumah tangga di pasar faktor akan menentukan jumlah berbagai faktor
produksi yang digunakan dan pendapatn yang mereka terima. Dengan demikian
interaksi antara sektor rumah tangga dan sektor perusahaan di pasar faktor akan
memberi jawaban persoalan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa
diproduksi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
permasalahan-permasalahan ekonomi yang hadir dalam suatu perekonomian sangatlah
komplek, dari apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa di produksi
sehinga menimbulkan kaidah-kaidah ekonomi. Pengaturan kegiatan ekonomi dan
masalah ekonomi menjadi dasar dalam pengambilan kepusan yang bijak dalam
menentukan dan mengunakan faktor produksi scara efisien dan mampu menghasilkan
keuntungan yang maksimum.
Sistem-sistem
ekonomi yang ada menjadi alat untuk memecahkan masalah ekonomi, Sistem perekonomian adalah
sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya
adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.
Dalam beberapa sistem, seorang
individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya,
semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di
dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut. Lalu sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara
sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebagai contoh Sebuah
perekonomian terencana (planned economies) yaitu sistem perekonomian yang
memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan
alokasi hasil produksi semua di atur oleh pemerintah. Sementara pada
perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi
dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
B. Saran
Apapun
sistem ekonomi yang diganakan suatu negara harus di sesuaikan dengan
kemaslahatan masyarakatnya dalam perencanaan dan menggunakan faktor –faktor
produki dan konsumsi,individu,perusahaan dan masyarakatlah yang menjadi objek
kegiatan ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA
Sutarno,dkk.
2014. Konomi . jakarta. PT Wangsa Jatra Lestari
Sukirno, Sadono.
2010. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta. PT Raja Grafindo persada.
Mardiyanto.2010.Ekonomi.Jakarta : Penerbit Yudhistira.
S,Alam.2007. SPM Ekonomi untuk SMA dan MA. Jakarta :
Esis,Penerbit Erlangga
[1] Sutarno, et al.,2014, Ekonomi 1, Jakkarta, PT Wangsa Jatra
Lestari, hal 40
[2] Ibid hal 42-44
[3] Chandra Pamungkas, Pengertian Masalah Ekonomi Dan Sistem Ekonomi,18
september 2015 https://chandrapamungkas.wordpress.com/2011/04/03/pengertian-masalah-pokok-ekonomi-dan-sistem-perekonomian/,(22:30)
[4] Echi,pengertian
sistem ekonomi menurut para ahli,19 september 2015, http://echiedp.blogspot.co.id/2012/03/ilmu-ekonomi.html,
(20:10)
[5] Ibid
[6] Sadono sukirno, 2010, Mikro Ekonomi Teori Pengantar, cet-25,
Jakarta, rajawali pers, hal 64
No comments:
Post a Comment