Wednesday, December 13, 2017

ekonomi makro islam lengkap



1.      A.Cara Produksi atau Produk Netto (Product Approah) Pendapatan nasional dihitung dgn cara menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa yg diperoleh dari berbagai sektor (lapangan usaha) dlm perekonomian. Nilai akhir dari hasil penjumlahannya disebut Gross Domestic Product (GDP). pendekatan produksi di Indonesia dilakukan dgn menjumlahkan 11 sektor, atas dasar ISIC (International standard Industrial Classification), selanjutnya mengalami perubahan menjadi 9  sektor  Sektor produksi pertanian , Sektor produksi pertambangan dan penggalian , Sektor indunstri manufaktur,  Sektor produksi listrik, gas dan air minum,  Sektor produksi bangunan , Sektor produksi perdagangan , hotel dan restoran. Sektor produksi transportasi dan komunikasi , Sektor produksi bank dan lembaga keuangan lainnya , Sektor produksi sewa rumah , Sektor produksi pemerintahan dan pertahanan , Sektor produksi jasa lainnya. B.Cara Pengeluaran atau Output (Expenditure Approach Pendapatan nasional dihitung dgn cara menjumlahkan komponen pengeluaran atas barang dan jasa yg dihasilkan dlm perekonomian. Nilai akhir dari hasil penjumlahannya
disebut Gross National Product (GNP).
Komponen Pengeluaran

  • c. Cara Pendapatan atau Input (Earnings Approach) Pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang benar benar ikut dalam proses produksi. Nilai akhir dari hasil penjumlahannya
    disebut National Income (NI).
Pendapatan yang Diterima oleh Faktor-Faktor Produksi NI = Yr + Yw + Yi + Yp + Ys
  1. Pendapatan Sewa (Rent)
  2. Pendapatan Upah (Wage)
  3. Pendapatan Bunga (Interest)
  4. Pendapatan / Laba Perusahaan (Profit) Pendapatan Usaha Perseorangan (Sole
    Proprietorship)
2.       

3.      Dampak Inflasi Terhadap Individu Dan Masyarakat Menurut Raharja Dan Manurung :
·         Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat
·         Memperburuk distribusi pendapatan
Dampak Inflasi Bagi Perekonomian Nasional Diantaranya :
a.       Investasi berkurang
b.      Mendorong tingkat bunga
c.       Mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif
d.      Menimbulkan kegagalan pelakasanaan pembangunan
e.       Menimbulkan ketidak pastian keadaan ekonomi dimasa yang akan datang
f.       Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang
g.      Menimbulkan defisit neraca pembayaran
h.      Meningkatnya jml pengangguran
Merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat


4.      Cara Penanggulangan Kemiskinan dlm al-Quran dan Hadis
  1. Kewajiban setiap individu
  • jalan pertama dan utama yg diajarkan al-Quran utk pengentasan kemiskinan adalah kerja dan usaha, diwajibkan atas setiap individu yang mampu.
  • Klu ditempat seseorang berdomisili tdk ditemukan lapangan pekerjaan, al-Quran menganjurkan kpd orang tersbt utk berhijrah mencari ditempat lain, dan ketika itu pasti dia bertemu di bumi ini, tempat perlindungan yg banyak dan keluasan
b. Kewajiban masyarakat
  • menekankan hak dan kewajiban, baik melalui kewajiban zakat, yg merupakan hak delapan kelompok yg ditetapkan
  • menetapkan kewajiban membantu keluarga oleh rumpun keluarganya, dan kewajiban setiap individu utk membantu anggota masyarakatnya, melalui cara sbgi berikut;
1)      Jaminan satu rumpun keluarga
2)      Zakat
3)      Filantropi
c. Kewajiban pemerintah
•      Pemerintah juga berkewajiban mencukupi setiap kebutuhan warga negara, melalui sumber sumber dana yang sah. Yang terpenting di antaranya adalah pajak, baik dalam bentuk pajak perorangan, tanah, atau perdagangan, maupun pajak tambahan lainnya yang ditetapkan pemerintah bila sumbersumber tersebut di atas belum mencukupi.
5.      Menghitung pendapatan nasional

6.      (#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨“9$# (#qãèx.ö‘$#ur yìtB tûüÏèÏ.º§9$# ÇÍÌÈ  
43. dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'[44].
[44] Yang dimaksud Ialah: shalat berjama'ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk.
õ‹è{ ô`ÏB öNÏlÎ;ºuqøBr& Zps%y‰|¹ öNèdãÎdgsÜè? NÍkŽÏj.t“è?ur $pkÍ5 Èe@|¹ur öNÎgø‹n=tæ ( ¨bÎ) y7s?4qn=|¹ Ö`s3y™ öNçl°; 3 ª!$#ur ìì‹ÏJy™ íOŠÎ=tæ ÇÊÉÌÈ  
103. ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. [658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda[659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.
!$tBur OçF÷s?#uä `ÏiB $\/Íh‘ (#uqç/÷ŽzÏj9 þ’Îû ÉAºuqøBr& Ĩ$¨Z9$# Ÿxsù (#qç/ötƒ y‰YÏã «!$# ( !$tBur OçF÷s?#uä `ÏiB ;o4qx.y— šcr߉ƒÌè? tmô_ur «!$# y7Í´¯»s9'ré'sù ãNèd tbqàÿÏèôÒßJø9$# ÇÌÒÈ  
39. dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).